🦊 Peralatan Yang Digunakan Harus Direndam Atau Dicuci Dalam Larutan

Pencucianperalatan dapur a. scullery/pot washing Peralatan masak harus didinginkan dulu sebelum dicuci Bersihkan sisa-sisa makanan yang masih melekat, bila perlu direndam dulu Peralatan disikat dengan "steelwool" dan dicuci dengan air panas suhu 60 0 C yang mengandung deterjen Dibilas dengan air panas suhu 800 C Dikering pada rak khusus Peralatanyang digunakan harus direndam atau dicuci dalam larutan - 46054713. Najwashafarahma9009 Najwashafarahma9009 05.11.2021 Ujian Nasional Sekolah Menengah Atas terjawab Peralatan yang digunakan harus direndam atau dicuci dalam larutan 1 Lihat jawaban Iklan Apayang terjadi jika Telur direndam dalam Larutan Cuka? Telur memberikan banyak manfaat untuk kesehatan manusia. Selain digunakan untuk menjadi makanan tertentu, telur juga memberikan manfaat baik bagi kulit manusia. Namun tahukah kalian, jika selain memberikan banyak manfaat telur juga dapat digunakan sebagai Nyatanya air yang dipakai untuk mencuci bisa memengaruhi kondisi daging. Seperti kata Chef Devina dalam salah satu cuitannya, " Daging TIDAK disarankan dicuci sebelum dimasak. Karena selain dapat terkontaminasi bakteri yang ada di air, mencuci daging dengan air dapat membuat daging mengkerut dan kondisi daging jadi tidak segar lagi. VITA Jerman). Pengukuran dilakukan pada sampel sebelum dan sesudah direndam (setelah disimpan dalam desikator) dalam larutan klorheksidin 15, 30, dan 45 menit. Analisa data yang dilakukan menggunakan dua jenis pengujian uji statistik, yaitu uji Gambar 1. Perbandingan perubahan warna sampel resin akrilik heat cured sebelum dan Bahancetak yang paling banyak digunakan saat ini adalah alginat (S ari dkk., 2013). merekomendasikan perendaman cetakan alginat dalam larutan natrium hipoklorit 0,525% selama 10 menit efektif membunuh mikroorganisme (Ahila dkk., 2012). yang direndam dan disemprot dengan larutan natrium hipoklorit 0,5%. 1.4 Manfaat Penelitian a. Bagi Peralatan 4. Peralatan yang digunakan di antaranya selang, seser atau serokan, ember, dan mangkuk. Sebelum disimpan, peralatan-peralata tersebut harus direndam atau dicuci dalam larutan PK atau larutan kaporit. Bibit . 5. Perbedaan Ciri-Ciri Induk Jantan dan Induk Betina. No. Induk Jantan; Induk Betina; 1. FISERIESIV - 1 : 1 - 6, Juli 2015 ISSN 2301-4172 PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP LARVA GABUS (Channa striata) YANG DIRENDAM DALAM LARUTAN EKSTRAK HIPOFISA TOMAN (Channa micropeltes) GROWTH AND SURVIVAL RATE OF SNAKEHEAD LARVAE (Channa striata) WITH DIPPING IN PITUITARY EXTRACT GIANT SNAKEHEAD (Channa micropeltes) Al-Fathansyah², Muslimˡ, dan Khusnul Khotimah² ˡ Program Studi Pembuangansisa makanan dan pembilasan: Sisa makanan dibuang kemudian peralatan dibilas atau disemprot dengan air mengalir. Tujuan tahap ini adalah menjaga agar air dalam bak-bak efisien penggunaannya. Pencucian: Pencucian dilakukan dalam bak pertama yang berisi larutan deterjen hangat. Suhu yang digunakan berkisar antara 43°C- 49°C (Gislen . Berbagai Jenis Bahan Kimia Pembersih Di Dapur Hotel D1 hingga D10Berbagai jenis bahan pembersih yang digunakan di industri perhotelan khusus untuk pembersihan area dapur dan area kerja karyawan restoran supaya tetap bersih dan area adalah ruangan yang setiap hari dipakai bekerja mengolah makanan dan menggeluti berbagai jenis cairan yang berpotensial menjadi kerak dan noda pada lantai dan peralatan makan. Contohnya seperti minyak dan penggunaan cairan pembersih khusus untuk area dapur produk yang digunakan pun berbeda untuk publik produk khusus yang perlu digunakan untuk setiap kebutuhan pembersihan dapur dan bahan pembersih ini diberi kode khusus misalnya D1, D2, D3, D4, D5, D6, D7, D8, D9, D10 dll. Dan huruf 'D ' Singkatan dari 'Degreasers' untuk memudahkan identifikasi, pengenalan dan tujuan D1 Manual Dishwashing ConcentrateDeskripsi ManfaatnyaLiquid D1 adalah deterjen pencuci alat masak paling umum yang berbusa tinggi dan terkonsentrasi untuk digunakan pada panci, wajan, peralatan, peralatan, dan permukaan Liquid D1Hand dishwashing cairan ini terkonsentrasi pada barang-barang tertentu sehingga menghemat dalam penggunaannya. Menghancurkan lemak yang membandel serta membersihkan efektif dalam menghilangkan semua jenis lemak dan sisa makanan Memiliki aroma yang harum dan cucian sangat mudah larut dalam air yang mengalir dan tidak membahayakan hanya sekali bilas larutan lemak dan cairan bersih sempurna. Cara Mencampurkan Dan MenggunakannyaUntuk penggunaan20 ml D1 dalam 20 ltr. airUntuk barang-barang yang sangat kotor, gunakan jumlah konsentrasi yang lebih ke dalam wadah yang air secara D2 All-purpose Cleaning AgentDeskripsi ManfaatnyaLiquid D2 adalah deterjen multiguna yang terkonsentrasi untuk membersihkan permukaan keras pada tempat makanan, termasuk lantai, dinding, pintu, langit-langit, dan peralatan D2 D2 cairan yang powerful dan bekerja sangat cocok untuk membersihkan segala jenis peralatan berpermukaan keras seperti bahan plastik, logam dan material tidak memiliki aroma seperti parfumD2 juga tidak meninggalkan bekas noda yang meninggalkan bekas material sabun setelah hanya satu kali bilasCara Mencampurkan Dan MenggunakannyaSpray CleaningGunakan pada konsentrasi 20 ml untuk 750 ml air ke dalam botol permukaan dengan larutan dan bersihkan dengan kain yang permukaan peralatan makanan dengan air bersih dan biarkan cleaningGunakan pada konsentrasi 5-20 ml/L 0,5-2,0% air hangat permukaan menggunakan kain, sikat atau busa cuci permukaan kontak makanan dengan air bersih dan biarkan LantaiEncerkan produk 10-20 ml/L 1,0-2,0% dalam air larutan menggunakan kain pel di kotoran dengan kain pel dengan air bersih dan biarkan D3 Heavy Duty DegreaserDeskripsi manfaatnyaLiquid D3 degreaser cair siap pakai untuk menghilangkan lemak, karbon dan minyak dari peralatan dapur seperti oven, pemanggang , cooker hood, panci dan interior mesin pencuci piring D3Aman pada Aluminium dan logam lunak adalah cairan serbaguna yang efektif dalam menghilangkan semua jenis lemak dan sisa kotoran hasil tidak memiliki wangi yang pencucian menggunakan cairan ini tidak meninggalkan bekas Mengencerkan Dan MenggunakannyaSpray CleaningSemprotkan D3 pada permukaan yang akan selama beberapa menit tergantung pada jenis kotoran dengan spons pencuci secara menyeluruh dengan air bersih dan biarkan di suhu diaplikasikan pada permukaan benda yang memiliki suhu di atas 70 ° Canopies, Hoods and FiltersBersihkan area makanan dan melindungi permukaan dalam peralatan langsung ke selama 10-30 menit tergantung pada endapan kotoran yang lepas dengan scrubber atau dengan air bersih dan biarkan D4 Sanitizer / DisinfectantDeskripsi dan ManfaatnyaLiquid D4 adalah cairan yang siap pakai yang cara penggunaannya dengan cara disemprot pada permukaan yang kasar. Gunakan semprotan yang D4D4 sangat efektif membunuh mikroorganisme dan bakteri dan meningkatkan kebersihan Pengaplikasian Dan MenggunakannyaSemprotan desinfektan cair siap pakai, tidak perlu D5 Acid DescalersSuma D5 Acid Descalers, digunakan untuk polising dan membersihkan fitting ManfaatnyaLiquid D5 adalah cairan pembersih untuk menghilangkan kerak bekas makanan dan bekas pembakaran pada peralatan dapur. Contohnya pada mesin pencuci piring ,boiler ,alat panggang ,panci uap dan kandungan asam anorganik dan surfaktan nonionik yang akan membasmi kerak yang membandel pada setiap permukaan peralatan dengan menghilangkan penumpukan karat dan meningkatkan efisiensi kekuatan peralatan D5D5 memiliki penghambat Meningkatkan umur Mengencerkan Dan PenggunaannyaSoaking ApplicationGunakan pada konsentrasi 50-200 ml Suma Calc D5 untuk 1L air panas 5-20% tergantung pada kondisi pada peralatan atau rendam dalam larutan sampai noda jika diperlukan untuk menghilangkan endapan yang secara menyeluruh dengan air bersih dan biarkan cleaningLarutan 200 ml/L air hangat 20% ke permukaan atau peralatan yang akan minimal 30 menit kemudian secara menyeluruh peralatan itu dengan air hangat dan biarkan D6 Glass CleanerD6 Pembersih kaca serbaguna yang sayang cocok digunakan untuk pembersihan peralatan decor ,hiasan ,gelas dan ManfaatnyaLiquid D6 adalah cairan pembersih kaca yang cepat kering yang digunakan pada jendela cermin lemari kaca pajangan ubin dan D6Liquid D6 memberikan pembersihan kaca tanpa juga membersihkan permukaan keras tahan air yang mudah digunakan dengan tindakan penyemprotan dan penghapusan memberikan kelebihan dalam pengeringan yang cepat tanpa menunggu kaca yang berkilau tanpa coretan MenggunakannyaD6 siap digunakan tanpa tambahan apapun alias pakai dengan dengan Semprotkan sedikit ke kain lembut yang tidak berbulu dan bersihkan aplikasi ini untuk menghilangkan kotoran yang D7 Stainless Steel PolishDeskripsi ManfaatnyaLiquid D7 adalah cairan poles yang siap pakai dan diformulasikan khusus untuk digunakan pada peralatan berpermukaan stainless steel yang bukan peralatan makan contohnya seperti ti lemari es ,pintu freezer ,troli dan mesin pencuci D7Cairan ini ini mau membersihkan dan memoles bagian stainless dapat menghilangkan karat dan menghaluskan kan permukaan MenggunakannyaProduk siap pakai dan tidak boleh dicampur dengan hanya pada permukaan yang tidak bersentuhan dengan ke kain pada permukaan yang bersih dan kering dan D8 Silver Cleaner Deskripsi ManfaatnyaLiquid D8 adalah produk yang diformulasikan khusus untuk membersihkan peralatan yang berbahan dasar perak seperti sendok garpu lapis perak ,piring saji perak dan dekorasi yang berbahan dasar D8Penghilang noda yang cepat dan efektif pada material berlapis perak dan membersihkan dalam jumlah banyak dalam sekali peralatan selalu noda dengan dan mudah untuk Mengencerkan Dan MenggunakannyaSilver D8 Foaming ApplicationSelalu gunakan dalam wadah wadah plastik dengan Silver peralatan pada air untuk beberapa bilas sampai bersih dengan air yang mengalir dan keringkan. Boleh juga mencuci kembali pada mesin cuci tumpahan D8 pada rantai untuk mencegah celupkan peralatan besi lebih dari 1 menit untuk menghindari D9 Oven / Grill cleanerDeskripsi ManfaatnyaD9 adalah jenis cairan yang difungsikan untuk membantu pembersihan peralatan dapur yang berkaitan dengan panggangan ,oven dan barang barang besi yang rawan D9Liquid Grill D9 adalah cairan pembersih oven dan cairan ini berbusaTidak terdapat busa yang berbahayaCocok membersihkan permukaan vertikal dengan efisiensiDapat membersihkan endapan alkali ,asam dan kerak pada peralatan yang memiliki noda bekas MenggunakanSpray CleanerPanaskan oven/grill maksimum 70 °C - 80 °C sebelum memulai Liquid D9 kedalam dua botol berukuran 2 liter. Mulai dari atas dan bekerja ke bawah, semprotkan produk yang rapi ke permukaan yang akan akan menempel di permukaan sebagai selama 10 - 30 menit lalu gosok dengan sabut gosok untuk menghilangkan residu yang dengan baik dengan air dan kain pada udara OutLiquid Grill D9 – 2L siap pakai - botol = 500 ml / 10 liter Peralatan masak dan isi dengan Grill D9 dan didihkan selama 20 menit lalu tiriskan penggorengan, bilas dan biarkan D10 Sanitizer / DisinfectantDeskripsi ManfaatnyaLiquid Back D10 adalah cairan desinfektan deterjen yang pekat berfungsi membersihkan dan mendesinfeksi semua permukaan dalam satu D10Sangat efektif melawan berbagai mikroorganisme, di semua kondisi yang aman untuk area persiapan yang efektif dan yang serbaguna dapat membersihkan dalam satu di semua kondisi adalah cairan MenggunakannyaSpray Cleaning Dan DisinfectionGunakan larutan pada konsentrasi 2 tutup dosis 40ml dalam botol semprot 750 kotoran kotor yang menempel pada ke minimal 5 permukaan peralatan makanan secara menyeluruh dengan air bersih dan biarkan Source By MEMBUAT LARUTAN DESINFEKTAN Pengertian Menyiapkan/membuat larutan desinfektan sesuai ketentuan . Tujuan Menyediakan larutan desinfektan yang dapat digunakan secara tetap guna dan aman serta dalam keadaan siap pakai. Jenis desinfektan Sabun yang mempunyai daya antiseptic, misalnya Asepso, sopoderm Risol Kreolin Salvon PK Permanganas Kalikus Betadin Cara pembuatan 1 Cara membuat larutan sabun Kegunaan Mencuci tangan dan peralatan, seperti alat tenun, logam, kaca, karet/plastic, kayu bercat dan yang berlapis formika. Persiapan alat Sabun padat, sabun krim, atau sabun cair Gelas ukur/spuit Timbangan jika ada Pisau atau sendok makan Alat pengaduk Air panas/hangat dalam tempatnya Ember/baskom Prosedur pelaksanaan 1. Membuat larutan dari sabun padat/krim Masukkan sabun padat sekurang-kurangnya 4 gram ke dalam ember berisi 1 liter air panas/hangat lalu aduk sampai larut. 2. Membuat larutan dari sabun cair Campurkan 3 cc sabun cair ke dalam eber berisi 1 liter air hangat, kemudian aduk sampai rata. 2 Cara membuat larutan lisol dan kreolin Kegunaan Lisol 0,5% Memcuci tangan. Lisol 1% Disinfeksi peralatan perawatan/ kedokteran. Lisol 2-3% Merendam peralatan yang digunakan pasien pengidap penyakit menular, selama 24 jam. Kreolin 0,5% Mendesinfeksi lantai. Kreolin 2% Mendesinfeksi lantai kamar mandi/ WC/spulhok. Persiapan alat Larutan lisol Gelas ukur Ember berisi air Ember/baskom Kreolin Prosedur pelaksanaan 1. Membuat larutan lisol/kreolin Campurkan 5 cc lisol/kreolin ke dalam 1 liter air. 2. Membuat larutan lisol/kreolin 2% sampai 3% Campurkan 20 cc sampai 30 cc lisol/kreolin ke dalam 1 liter air. 3 Cara membuat larutan savlon Kegunaan Savlon 0,5% Mencuci tangan. Savlon 1% Merendam peralatan perawatan/kedokteran. Persiapan alat Savlon Gelas ukur Ember atau baskom Ember berisi air secukupnya Prosedur pelaksanaan 1. Membuat larutan savlon 0,5% Campurkan 5 cc savlon ke dalam 1 liter air. 2. Membuat larutan savlon 1% Campurkan 10 cc savlon ke dalam 1 liter air. 4 Cara membuat larutan PK Rumus Keterangan V1 Jumlah pelarut air yang sudah diketahui V2 Jumlah pelarut air yang dicari K1 Kosentrasi PK yang tersedia K2 Kosentrasi PK yang dibutuhkan 1/4000 PERTIMBANGAN KHUSUS PEMBERIAN OBAT PADA KELOMPOK USIA TERTENTU BAYI, ANAK-ANAK DAN LANSIA BAYI DAN ANAK Dosis untuk anak lebih rendah dari pada dosis pada dewasa, sehingga perhatian khusus perlu di berikan dalam menyiapkan obat untuk anak. Obat biasanya tidak disiapkan dan di kemas dalam rentang dosis yang di standarisasi untuk anak. Orang tua adalah sumber yang berharga dalam mempelajari cara terbaik pemberian obat pada anak. Kadang kala troma pada anak berkurang, jika orang tua yang memberikan obat dan perawat mengawasinya. Supaya anak kooperatif, perawatan diperlukan yang suportif. Perawat menjelaskan prosedur kepada anak, menggunakan kata-kata yang pendek dan sederhana, yang sesuai dengan tingkat pemahaman anak. Jika anak dan orang tuanya dapat dilibatkan, perawat kemungkinan akan lebih berhasil dalam memberikan obat. Misalnya, katakan “sekarang waktunya minum pil mu. Kamu ingin air atau jus?” Izinkan anak menetapkan pilihan. Setelah obat diberikan, perawat dapat member pujian kepada anak atau menawarkan hadiah kecil, misalnya lambang bintang atau mata uang. LANSIA Individu berusia lebih dari 65 tahun merupakan pengguna obat terbanyak Ebersole, Hess, 1994. Perawat yang member obat kepada lansia harus mencermati 5 pola penggunaan obat oleh klien lansia sebagaimana yang diidentifikasi Ebersole, Hess, 1994. 1. Polifarmasi. Artinya klien menggunakan banyak obat, yang diprogramkan atau tidak, sebagai upaya mengatasi beberapa gangga secara bersamaan. Apabila ini terjadi, ada risiko interaksi obat dengan obat lain dan makanan. Klien juga memiliki risiko lebih besar untuk mengalami reaksi yangmerugikan terhadap pengobatan. 2. Meresepkan obat sendiri self-prescribing of medication. Berbagai gejala dapat di alami oleh klien lansia, misalnya nyeri, konstipasi, insomnia dan ketidak mampuan mencerna. 3. Obat yang dijual bebas. Obat yang di jual bebas di gunakan oleh 75% lansia untuk meredakan gejala. 4. Pengguna obat yang salah misuse. Bentuk-bentuk penggunaan obat-obat yang salah oleh lansia antara lain penggunaan berlebihan overuse, penggunaan yang kurang underuse, penggunaan yang teratur eratic use, dan penggunaan yang kontraindikasikan. 5. Ketidakpatuhan noncomplianse. Ketikpatuhan didefinisikan sebagai penggunaan obat yang salah secara disengaja. Dari semua populasi lansia 75% diantaranya tidak mematuhi program pengobatan secara sengaja dengan mengubah dosis obat karena obat dirasa tidak efektif atau efek samping obat tersebut membuat lansia tidak nyaman. 99 Tindakan yang dapat dilakukan untuk merawat dan memelihara peralatan laboratorium  Sebelum menggunakan peralatan gelas, periksa dengan seksama apakah peralatan yang digunakan dalam keadaan baik.  Peralatan gelas yang baru biasanya bersifat basa dan harus dicuci pada saat diterima. Umumnya direndam dengan HCl atau HNO 3 sebelum dicuci dan dibilas dengan air destilasi.  Tidak merendam peralatan gelas dalam waktu lama dalam basa kuat karena akan merusak gelas.  Gunakan peralatan volumetri yang terbuat dari borosilikat, jika digunakan untuk asam korosif dan lain-lain.  Saat mengaduk larutan dalam wadah gelas seperti gelas piala dan labu hindari penggunaan batang pengaduk dengan ujung tajam yang dapat menggores peralatan gelas  Tidak mencampur asam sulfat pekat dengan air di dalam gelas ukur. Reaksi panas dapat memecahkan dasar gelas ukur  Jangan gunakan sikat dengan bulu yang rusak dapat menggores gelas  Peralatan gelas yang tergores, retak atau pecah tidak digunakan untuk memanaskan karena suhu yang kuat akan membuat peralatan gelas cenderung mudah pecah  Lakukan pemanasan secara bertahap untuk mencegah pecahnya alat akibat perubahan suhu yang mendadak  Tidak meletakan peralatan gelas dingin ke atas hotplate apabila hotplate telah dalam keadaan panas. Hangatkan terlebih dahulu melalui suhu yang bertahap.  Buang pecahan atau alat yang rusak dengan aman. Gunakan tempat pembuangan khusus yang didesain tahan bocor dan diberi label dengan jelas 100 LEMBAR TUGAS 1. Lakukan identifikasi titik kritis pada perawatan alat-alat gelas dilaboratorium secara berkelompok 2. Diskusikan dalam kelompok sesuai fakta yang diperoleh dan buat rangkuman kesimpulan dari diskusi anda 3. Presentasikan hasil diskusi kelompok di dalam kelas No. Nama alat gelas Titik kritis dalam perawatan Cara melaksanakan 1 Pencucian peralatan Untuk menjaga kebersihan, pada setiap akhir hari kerja semua peralatan laboratorium yang telah digunakan harus segera dicuci dan disimpan pada tempatnya. Dengan demikian, semua peralatan dalam keadaan bersih dan siap digunakan pada kegiatan laboratorium berikutnya. Perlakuan yang diberikan pada peralatan tersebut berbeda tergantung dari jenis bahan dan fungsinya. Peralatan dari bahan gelas membutuhkan perawatan yang berbeda dengan peralatan dari logam; demikian pula dengan peralatan yang peka atau teliti harus ditangani secara lebih hati-hati dibandingkan peralatan yang kurang peka atau teliti. Tabung reaksi yang telah digunakan harus dikosongkan, dibilas dengan air, dicuci dengan air panas yang mengandung deterjen alkalin dan dilanjutkan dengan pembilasan menggunakan air panas. Terakhir tabung reaksi dibilas dengan air destilasi dan dikeringkan. 101 Pipet dibilas dengan air dingin segera setelah digunakan, cuci dengan air destilasi seperti pada pencucian tabung reaksi dan keringkan. Peralatan gelas yang digunakan untuk wadah sampel mikroba, kultur harian, peralatan agitasi, pengambilan sampel dan peralatan lain yang kontak dengan susu tidak hanya selalu harus bersih tetapi juga perlu disterilisasi sebelum digunakan. Sterilisasi dimaksud adalah metode sterilisasi sederhana, yaitu  rendam dalam air mendidih selama 5 menit;  panaskan dalam oven 160oC selama 2 jam;  masukan dalam autoklaf 120oC selama 20 menit; atau  rendam dalam etanol 70 dan bakar sebelum digunakan. Dengan pencucian dan penanganan yang baik dapat diharapkan dapat memperpanjang usia pakai dari peralatan tersebut. Beberapa ketentuan yang harus dipatuhi dalam pencucian peralatan adalah sebagai berikut  Peralatan gelas dicuci pertama kali dengan menggunakan air dingin.  Peralatan pipet yang telah digunakan sebaiknya diletakkan secara vertikal dalam wadah berisi hipoklorit 200 ppm. Tindakan ini akan mempermudah pembersihan dan meminimalkan resiko kontaminasi.  Selanjutnya cuci dengan menggunakan sabun deterjen 1 dalam air hangat. Untuk membersihkan noda di tempat yang sulit dijangkau, sebaiknya menggunakan sikat yang sesuai. Peralatan yang terbuat dari plastik, sebaiknya dicuci dengan menggunakan spon agar plastik tidak tergores. Untuk mengetahui apakah peralatan telah dicuci dengan bersih. Apabila air membasahi seluruh permukaan alat dan membentuk lapisan tipis berarti peralatan sudah bersih; namun bila membentuk butiran air di permukaan alat berarti masih perlu dibersihkan lagi. Noda minyak atau kerak yang tertinggal 102 pada peralatan gelas dan tidak dapat dibersihkan dengan menggunakan deterjen, sebaiknya dibersihkan dengan cara merendamnya selama semalam dalam campuran larutan pembersih asam sulfat pekat 1 bagian dan kalium dikromat 3 aq. 9 bagian.  Selanjutnya cucilah hingga bersih dengan aliran air destilasi yang telah dipanaskan.  Peralatan gelas yang telah dicuci harus dikeringkan pada rak pengering sebelum disimpan.  Peralatan berbahan logam dapat dicuci dengan sabun deterjen dan kemudian dikeringkan dahulu sebelum disimpan. LEMBAR TUGAS Lakukan teknik pencucian alat gelas sesuai SOP 1. Pencucian alat-alat gelas 2. Pencucian alat ukur volume pipet, burete 3. Pencucian peralatan gelas yang digunakan untuk pekerjaan terkait dengan mikrobiologi Beberapa ketentuan yang perlu diperhatikan dalam penyimpanan peralatan adalah  Peralatan yang sejenis disimpan pada tempat yang sama dan diusahakan tetap kering. Penyimpanan peralatan gelas harus terpisah dari peralatan logam  peralatan gelas dapat disimpan pada rak khusus atau dalam kotak, misalnya penyimpanan pipet, tabung reaksi, curvette, atau pipet hisap; 103  termometer yang akan disimpan harus dikeringkan dahulu dan simpan beberapa saat di ruang terbuka pada suhu kamar, dan selanjutnya disimpan pada tempatnya. Gambar 51. Rak penyimpanan ose dan Rak penyimpanan pipet Sumber ... Gambar 52. Rak penyimpanan tabung reaksi, Rak penyimpanan curvette dan Rak penyimpanan kontainer pipet hisap Sumber ... LEMBAR TUGAS Lakukan penataan, penyimpanan dan pendataan peralatan laboratorium form 104 2 Sterilisasi peralatan gelas Meskipun dapat disimpan lebih lama, mengapa bahan pangan bisa mengalami kebusukan? Salah satu penyebab kebusukan bahan pangan adalah peralatan yang digunakan tidak steril. Sterilisasi adalah proses membuat media atau material terbebas dari semua bentuk kehidupan. Produk pangan sudah melalui serangkaian sterilisasi untuk menghambat atau menghentikan reaksi biokimia dan aktivitas mikroba pembusuk. Sterilisasi bahan atau produk pangan dapat dilakukan dengan mencuci, memanaskan, memasak, atau menggunakan autoklaf untuk mengkombinasikan suhu dengan tekanan. Bahan pangan dan peralatan serta media yang digunakan dalam analisis mutu bahan pangan harus disterilisasi menggunakan salah satu dari metode sterilisasi Tabel 16. Sterilisasi peralatan dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu secara fisik, kimiawi, dan mekanik. Tabel 16. Metode sterilisasi Metode Perlakuan Material yang disterilisasi Autoclaving Uap panas 121oC, tekanan 15-17 Psi selama 15 menit sampai beberapa jam Peralatan yang tahan panas, seperti gelas, besi dan beberapa plastik Oven Udara panas 160oC selama 10 jam atau lebih Peralatan gelas dan besi, tetapi tidak disarankan untuk plastik dan cairan Penyaringan Melewatkan bahan melalui filter yang memiliki lubang berukuran . μm virus tidak dapat dihambat dengan metode ini Senyawa yang tidak tahan panas seperti asam amino, vitamin, anitbiotik, gula dan lain-lain Radiasi Penyinaran dengan ultraviolet atau radiasi energi tinggi lainnya Plastik. Hanya efektif untuk permukaan saja Gas Penguapan dengan gas yang reaktif, misalnya etilen oksida Padatan yang tidak tahan panas, misalnya plastik 105 a Sterilisasi secara fisika Sterilisasi secara fisik adalahproses sterilisasi dengan menggunakan saringan filter, suhu tinggi panas, radiasi cahaya, dan tekanan untuk membunuh mikroba merugikan. Metode saringan dilakukan untuk membuang organisme dari larutan tidak tahan panas thermolabile dengan melewatkan larutan tersebut melalui filter yang dapat menahan bakteri bacterial-tight filter. Sterilisasi fisik dapat dilakukan dengan menggunakan panas. Proses sterilisasi dengan menggunakan panas dapat dilakukan secara sterilisasi kering menggunakan udara panas, sterilisasi lembab menggunakan air panas, danautoklaf. Untuk memudahkan sterilisasi, telah diciptakan wadah peralatan yang didisain untuk proses sterilisasi. Beberapa wadah tersebut adalah untuk cawan petri Gambar 14, pipet Gambar 23, dan pipet hisap Gambar 24. Proses sterilisasi dengan suhu tinggi dapat dilakukan dengan perebusan dalam air mendidih, penguapan uap air panas, aliran udara panas oven, atau kombinasi suhu tinggi dengan tekanan tinggi. Penggunaan autoklaf memungkinkan untuk mengkombinasi-kan tekanan 15 Psi dan suhu 121 C sehingga proses sterilisasi berlangsung lebih cepat, yaitu 15-30 menit. Umumnya bakteri mati pada proses sterilisasi dengan suhu 121 C selama 10 menit. Apabila suhu diturunkan hingga 170-180 C, proses sterilisasi berlangsung selama 2 jam. Sedangkan pada suhu 160 C proses sterilisasi berlangsung selama 3 jam. 106 Gambar 53. Wadah sterilisasi cawan petri, Wadah sterilisasi pipet dan Wadah untuk sterilisasi pipet hisap Sumber Sterilisasi fisik banyak digunakan terhadap peralatan gelas atau keramik. Beberapa bahan atau produk pangan dan senyawa kimia yang tidak rusak oleh panas juga dapat disterilisasi dengan cara ini. Bahan yang akan disterilisasi dengan menggunakan autoklaf antara lain media kultur, jarum, senyawa termostable, kain, karet, atau bahan lain yang dapat rusak oleh panas. Radiasi sinar bergelombang pendek juga dapat digunakan untuk sterilisasi. Gelombang pendek dari sinar-X, gama, atau ultra violet memiliki daya tembus yang baik, sehingga akan membunuh mikroba. Iradiasi dengan sinar ultraviolet bukan cara sterilisasi yang memuaskan karena daya tembusnya terbatas. b Sterilisasi secara kimiawi Sterilisasi secara kimiawi adalah proses sterilisasi yang menggunakan senyawa kimia sebagai desinfektan. Senyawa asam dan basa kuat merupakan senyawa kimia yang banyak digunakan sebagai desinfektan dalam sterilisasi secara kimiawi karena memiliki kemampuan menghidrolisis isi sel mikroba. 107 Beberapa jenis senyawa kimia yang telah diketahui dapat membunuh bakteri adalah larutan CuSO 4 , AgNO 3 , HgCl 2 , ZnO dan banyak lainnya. Larutan garam NaCl 9, KCl 11, dan KNO 3 memiliki tekanan osmotik lebih tinggi sehingga dapat membunuh mikroba. Larutan garam juga dapat menyebabkan denaturasi protein. KMnO 4 1 and HCl merupakan desinfektan yang kuat karena dapat mengoksidasi substrat. CuSO4 digunakan sebagai algisida. Senyawa khlor merupakan oksidator kuat yang dapat membunuh mikroba dengan mekanisme sebagai berikut Cl 2 + H2 O HCl + HOCl HOCl H Cl + On Formalin formaldehid merupakan senyawa mudah menguap. Senyawa ini sangat efektif sebagai desinfektan dengan konsentrasi 4-20. Larutan alkohol dapat digunakan sebagai desinfektan. Senyawa ini dapat menyebabkan koagulasi pada protein mikroba. Konsentrasi alkohol yang digunakan memiliki kisaran 50-75. Etilen oksida digunakan dalam proses sterilisasi piring plastik dan pipet. Adapun senyawa Beta-propiolactone banyak digunakan untuk sterilisasi jaringan hidup. 3 Kalibrasi peralatan Laboratorium Prosedur analisis yang ideal sebaiknya memenuhi syarat-syarat penting yaitu sahih valid, tepat accurate, cermat precision, dapat diulang reproducible, khusus spesific, andal reliable, mantap stable, cepat, hemat dan selamat. Untuk menjamin keakuratan suatu hasil analisa maka peralatan pengukuran yang digunakan harus terjamin juga keakuratannya, agar tercapai hal tersebut maka dilakukan kalibrasi. 108 Dari berbagai macam peralatan tersebut yang memerlukan kalibrasi adalah peralatan yang digunakan untuk mengukur alat ukur baik digunakan untuk mengukur volume, mengukur massa ataupun mengukur suhu. Peralatan ukur tersebut perlu dikalibrasi agar keakuratan hasil analisa dapat terjamin karena dengan menggunakan peralatan yang sudah dikalibrasi maka keakuratan peralatan ukur tersebut tidak diragukan lagi. a Peralatan Gelas Beberapa peralatan gelas yang perlu dikalibrasi diantaranya adalah Labu ukur, gelas ukur, pipet ukur, pipet volume dan buret. Tabel 17. Berbagai jenis dan fungsi peralatan gelas yang digunakan di laboratorium pengawasan mutu hasil pertanian yang perlu dikalibrasi No Nama alat Gambar Fungsi Kalibrasi 1. Pipet ukur measuring pipette  Memindahkan sejumlah larutan dari satu wadah ke wadah lainnya dengan berbagai ukuran  Membanding kan volume cairan yang diukur dengan standar 2. Pipet volume volume pipette  Memindahkan sejumlah larutan yang diketahui secara teliti volumenya dari satu wadah ke wadah lainnya dengan satu ukuran.  Membanding kan volume cairan yang diukur dengan standar 3. Gelas ukur graduated cylinder  Mengukur volume larutan, cairan pada berbagai skalaukuran dengan ketelitian sedang  Membanding kan volume cairan yang diukur dengan standar 109 No Nama alat Gambar Fungsi Kalibrasi 4. Labu ukur volumetric flask  Membuat suatu larutan dengan suatu volume yang diketahui secara teliti  Membanding kan volume cairan yang diukur dengan standar 5. Buret burrette  Memindahkan larutan sejumlah volume yang diketahui dengan teliti.  Buret pada umumnya digunakan untuk titrasi  Membanding kan volume cairan yang diukur dengan standar LEMBAR TUGAS Lakukan kalibrasi terhadap alatan ukur volume sesuai SOP 1. Kalibrasi pipet ukur 2. Kalibrasi pipet volume 3. Kalibrasi gelas ukur 4. Kalibrasi labu takar 5. Kalibrasi buret b Peralatan Pemanas Pemanas digunakan untuk berbagai kegiatan di laboratorium seperti pemanasan, penguapan, pengabuan, pendidihan larutan, dan membantu melarutkan bahan kimia. Alat pemanas yang perlu dikalibrasi diantaranya adalah oven dan tanur muffle. 110 Tabel 18. Berbagai jenis dan fungsi peralatan pemanas yang perlu dikalibrasi No. Nama alat Gambar Fungsi Kalibrasi 1. Oven  Mengeringkan peralatan sebelum digunakan  Sterilisasi alat  Mengeringkan bahan pada proses penentuan kadar air  Membanding kan suhu dan waktu timer dengan standar 2. Tanur pengabu an muffle  Pemanasan dengan menggunakan suhu tinggi hingga 1000 o C pengabuan  Membanding kan suhu dan waktu timer dengan standar LEMBAR TUGAS Lakukan kalibrasi terhadap alat pemanas sesuai SOP 1. Kalibrasi oven 2. Kalibrasi mafle c NeracaTimbangan Secara garis besar timbangan yang digunakan dibedakan menjadi timbangan kasar, sedang dan halus. Timbangan kasar dengan ketelitian kurang atau sama dengan 0,1 g, timbangan sedang dengan ketelitian antara 0,01 g – 0,001 g dan timbangan halus dengan ketelitian lebih besar atau sama dengan 0,0001 g. Contoh peralatan 111 untuk menimbang yang digunakan di laboratorium dapat dilihat pada Tabel 4. Tabel 19. Contoh peralatan untuk menimbang yang digunakan di laboratorium No Nama alat Gambar Fungsi Kalibrasi 1. Neraca kasar teknis  Menimbang bahan dengan ketelitian rendah 0,1 gram  Neraca digital atau neraca satu lengan piringan  Membanding kan berat bahan yang ditimbang dengan standar 2. Neraca sedang  Menimbang bahan ketelitian sedang 0,01 – 0,001 gram  Membanding kan berat anak timbangan dengan standar 3. Neraca analitik  Menimbang bahan dengan ketelitian tinggi 0,0001 gram  Membanding kan berat bahan yang ditimbang dengan standar LEMBAR TUGAS Lakukan kalibrasi terhadap timbangan sesuai SOP 1. Kalibrasi timbangan kasar 2. Kalibrasi timbangan sedang 3. Timbangan analitik 112 d. Persiapan Bahan Kimia Dalam kegiatan analisis mutu digunakan berbagai bahan kimia sebagai pereaksi, baik pereaksi khusus maupun umum. Pengetahuan tentang bahan kimia akan meningkatkan kemampuan analis dalam menangani bahan kimia secara baik sehingga kecelakaan yang disebabkan karena ketidak tahuan dapat dihindari. 1 Sifat bahan kimia Bahan kimia dapat dikelompokkan berdasarkan sifatnya, yaitu bahan kimia yang mudah terbakar, pengoksidasi, mudah meledak, radioaktif, bahanpenyebab korosi, dan bahan beracun. a Bahan kimia yang mudah terbakar Bahan kimia yang mudah terbakar dapat berwujud gas, cairan yang mudah menguap, atau bahan padat yang dalam bentuk debu mudah terbakar bila kontak dengan udara. Jenis bahan kimia yang mudah terbakar adalah  pelarut dan pereaksi organik, seperti asetaldehid, asam asetat, aseton, benzen, karbondisulfida, etil alkohol, eter, etil asetat, petroleum eter, isopropil,alkohol, toluen, dan xylen;  bahan an organik fosfor, logam Al, Mg, Zn, K, dan Na;  gas asetilen, metana, hidrogen, karbonmonooksida, dan butana. Cara penanganan bahan kimia mudah terbakar adalah dengan mencegah terjadinya penguapan atau kontak dengan udara oksigen maupun sumber panas secara langsung. Beberapa hal umum yang harus diperhatikan dalam penanganan bahan kimia mudah terbakar adalah  Gunakan penangas uapatau air untuk menghindari pemanasan bahan kimia secara langsung; 113  Pada saat memanaskan janganmengisi wadah melebihi½ kapasitas wadah;  Sediakan bahan kimia dalamjumlah minimum dansimpan bahan ditempat yang berventilasi baik, jauh dari bahan kimia pengoksidasi atau korosi;  Pelarut yang sudah tidak terpakai lagi simpan kembali dalam wadahnya;  Jangan membuang sisa bahan kimia tersebut ke dalam bak cuci. b Bahan pengoksidasi Bila kontak dengan bahan yang mudah terbakar, bahan kimia ini mudah mengalami reaksi eksotermis. Beberapa bahan kimia yang termasuk bahan pengoksidasi adalah klorat, perklorat, borat, peroksida, asam nitrat, kalium nitrat, kalium permanganat, bromin, klorin, florin dan iodin. Bahan pengoksidasi sebaiknya disimpan dalam wadahnya pada lemari yang tidak mudah terbakar. Hindari dari suhu tinggi dan bahan yang mudah terbakar seperti kayu, kertas, serbuk logam, belerang, dan bahan kimia lain yang mudah terbakar. c Bahan mudah meledak Beberapa bahan kimia telah diketahui memiliki sifat mudah meledak, diantaranya asam perklorat HClO 4 dan peroksida. Penyebab meledaknya bahan tersebut antara lain disebabkan oleh adanya pelarut mudah terbakar, udara, debu, gas danperoksida. Untuk mencegah terjadinya ledakan, penggunaan bahan kimia mudah meledak hendak hendaknya dilakukan di tempat terbuka atau di lemari uap; gunakan dengan jumlah sedikit; gunakan penangas air untuk memanaskan; gunakan alat yang benar dan masih layak; dan gunakan pelindung.

peralatan yang digunakan harus direndam atau dicuci dalam larutan